KKN Kemanusiaan Dukung Ketahanan Pangan dan Kesehatan Warga Pascabanjir sebagai Implementasi SDGs 2 dan 3 Desa Tanjung Lipat 1, Aceh Tamiang

Universitas Negeri Yogyakarta bersama Universitas Samudra melalui program KKN Kemanusiaan turut ambil bagian dalam upaya pemulihan pascabanjir di Desa Tanjung Lipat 1, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger/Tanpa Kelaparan) dan SDG 3 (Good Health and Well-being/Kehidupan Sehat dan Sejahtera).

Sebanyak 271 Kartu Keluarga (KK) terdampak banjir menerima bantuan yang disalurkan secara bertahap pada 14 Januari dan 20 Januari 2026. Selanjutnya, pada 26 Januari 2026, dilakukan distribusi tandon air yang difasilitasi oleh pihak kecamatan guna membantu pemenuhan kebutuhan air bersih warga. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas kondisi banjir yang menyebabkan rumah warga terdampak, lahan persawahan terendam, serta terganggunya akses air bersih di beberapa titik permukiman.

Melalui program ini, mahasiswa KKN bersama perangkat desa menyalurkan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, sembako, minyak goreng, dan gula. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan pangan keluarga selama masa pemulihan. Selain kebutuhan pangan, dibagikan pula perlengkapan kebersihan seperti sampo, sikat gigi, pasta gigi, dan pembalut untuk menjaga higienitas masyarakat. Selimut dan kelambu turut disalurkan guna mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak dan lansia.

Tidak hanya berfokus pada kebutuhan konsumsi, mahasiswa juga mendistribusikan peralatan seperti sekop, cangkul, dan kereta sorong untuk membantu warga dalam proses pembersihan lingkungan pascabanjir. Penyediaan tandon air menjadi langkah penting dalam memastikan ketersediaan air bersih sementara, mengingat kondisi sumur dan sumber air warga yang sempat terdampak banjir.

Kegiatan distribusi dilaksanakan di tiga dusun, yaitu Dusun Inpres, Dusun Meunasah, dan Dusun Bangka. Proses penyaluran dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi bersama perangkat desa agar bantuan dapat diterima secara merata dan tepat sasaran.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan serta menjaga kesehatan warga pascabencana. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan serta memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.