Guru SD Muhammadiyah Karangturi Antusias Ikuti Pelatihan KKA

Bantul, 29 Juni 2026 — SD Muhammadiyah Karangturi menyelenggarakan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial bagi para guru sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi digital di dunia pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 29 Juni 2026, bertempat di laboratorium komputer SD Muhammadiyah Karangturi.

Kegiatan pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara SD Muhammadiyah Karangturi dengan Research Group Digital Interaction and User Behavior, Departemen Pendidikan Teknik Elektronika dan Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta. Kerja sama ini menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam penguatan literasi digital, koding, kecerdasan artifisial, dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran sekolah dasar.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi dosen, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, para dosen tidak hanya menjalankan peran akademik di lingkungan kampus, tetapi juga berkontribusi secara langsung dalam membantu sekolah meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan guru menghadapi perkembangan teknologi pendidikan.

Pelatihan ini diikuti oleh seluruh guru SD Muhammadiyah Karangturi yang berjumlah 22 orang. Peserta terdiri atas guru kelas, guru mata pelajaran, guru PJOK, serta guru Ismuba. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan antusiasme yang tinggi sejak awal hingga akhir pelatihan.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Dr. Ponco Walipranoto, S.Pd.T., M.Pd., Dr. Ir. Priyanto, M.Kom., Teguh Puji Widianto, S.Kom., M.Cs., Ir. Bonita Destiana, S.Pd., M.Pd., dan Dr.Phil Rahmatul Irfan, S.T., M.T. Para narasumber memberikan materi dan pendampingan terkait konsep dasar koding, kecerdasan artifisial, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, serta strategi penerapan Koding dan Kecerdasan Artifisial yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.

Pelatihan ini dilaksanakan karena kemampuan literasi digital, berpikir komputasional, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial semakin penting dimiliki oleh guru. Di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat, guru diharapkan tidak hanya mampu menggunakan perangkat digital, tetapi juga dapat mengintegrasikan teknologi secara kreatif, aman, dan bermakna dalam proses pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, para guru mendapatkan wawasan mengenai bagaimana koding dapat dikenalkan secara sederhana kepada siswa sekolah dasar. Guru juga memperoleh pemahaman tentang penggunaan kecerdasan artifisial sebagai alat bantu dalam merancang bahan ajar, membuat ide pembelajaran, menyusun aktivitas kelas, serta mendukung proses evaluasi pembelajaran. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik dan diskusi.

Antusiasme para guru terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti setiap sesi. Guru-guru aktif bertanya, berdiskusi, mencoba aplikasi, serta berbagi pengalaman terkait tantangan penggunaan teknologi di kelas. Semangat tersebut menunjukkan adanya kebutuhan dan ketertarikan yang besar dari para guru untuk terus mengembangkan diri sesuai dengan tuntutan pembelajaran masa kini.

Pelatihan ini juga menjadi ruang bagi guru untuk memahami bahwa koding dan kecerdasan artifisial tidak harus dipandang sebagai materi yang sulit. Dengan pendekatan yang tepat, keduanya dapat dikenalkan melalui aktivitas yang sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Hal ini penting agar pembelajaran teknologi di sekolah dasar tetap sesuai dengan usia, kemampuan, dan kebutuhan peserta didik.

Kegiatan pelatihan berlangsung melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik penggunaan teknologi, serta diskusi implementasi di kelas. Para narasumber mendampingi peserta dalam memahami konsep, mencoba contoh aktivitas, serta merancang kemungkinan penerapan Koding dan Kecerdasan Artifisial dalam pembelajaran di SD Muhammadiyah Karangturi.

Dengan terlaksananya pelatihan ini, diharapkan guru-guru SD Muhammadiyah Karangturi semakin siap menghadirkan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata sekolah dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran serta mempersiapkan peserta didik agar memiliki keterampilan berpikir logis, kreatif, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

Bagi perguruan tinggi, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat, khususnya satuan pendidikan dasar. Melalui pelatihan ini, hasil keilmuan, pengalaman, dan kompetensi dosen dapat diterapkan secara nyata untuk menjawab kebutuhan sekolah dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital. pon