Alamat : Kompleks Fakultas Teknik Kampus Karangmalang, Yogyakarta, 55281
Telepon : +62 274554686
Email : elektronika@uny.ac.id

YOGYAKARTA, AGUSTUS 2026 – Pengalaman mempelajari teknologi digital di Guizhou memperlihatkan kepada Benedikta Anyarita Pratiwi bahwa inovasi tidak harus menjauhkan masyarakat dari akar budayanya. Mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) angkatan 2024 yang akrab disapa Anya itu melihat langsung bagaimana kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), big data, Internet of Things (IoT), digital twin, dan jaringan 5G digunakan untuk mendukung pengelolaan pariwisata, infrastruktur, tata kelola, serta perkebunan teh. Berbagai inovasi tersebut diterapkan berdampingan dengan kaligrafi, tradisi etnik, dan warisan aksara Tiongkok.
Anya mengikuti 2026 “Zhi & Xing Guizhou” Silk Road Youth Exchange Programme pada 24 Juli sampai 1 Agustus 2026. Program bertema “Cultural Guizhou–Digital Guizhou: International Youth Digital Empowerment Program” tersebut menjadi bagian dari China–ASEAN Education Cooperation Week 2026 dan diselenggarakan oleh Guizhou Vocational College of Economics and Business. Peserta asal Indonesia diajak memahami cara teknologi digital mendukung pembangunan sekaligus pelestarian budaya di Tiongkok.
Kesempatan tersebut bermula dari informasi yang disampaikan oleh dosen Program Studi Teknologi Informasi UNY, Yuniar Indrihapsari, S.T., M.Eng. Anya kemudian mendaftar dan menjalani proses seleksi secara mandiri hingga terpilih sebagai salah satu peserta. Di Tiongkok, ia bergabung dengan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi Indonesia yang baru saling mengenal ketika program berlangsung. Sebelum menuju Guizhou, para peserta asal Indonesia juga melakukan kunjungan kehormatan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing.
Eksplorasi teknologi dimulai di kawasan Air Terjun Huangguoshu. Para peserta mempelajari manajemen destinasi berbasis big data dan IoT, termasuk sistem tiket pintar, pemantauan arus pengunjung secara waktu nyata, serta pemantauan ekologi secara digital.
Di Museum Jembatan Balinghe, para peserta mengamati pemanfaatan Building Information Modeling (BIM) dan digital twin dalam pembangunan serta pengelolaan infrastruktur jembatan di kawasan pegunungan. Teknologi tersebut memberikan gambaran mengenai cara model digital digunakan untuk mendukung perencanaan, pemantauan, dan pengelolaan infrastruktur kompleks.
Di Guizhou Tea Goes Global Training Complex, Anya mengikuti eksperimen AI yang mencakup pengenalan suara, pengenalan citra, dan sistem rekomendasi cerdas. Kunjungan kemudian berlanjut ke Pusat Pameran Zona Percontohan Big Data Nasional Guizhou, kawasan yang dikenal sebagai “China’s Data Valley”. Di lokasi tersebut, para peserta memperoleh gambaran tentang pemanfaatan data untuk mendukung ekonomi riil, tata kelola sosial, dan pembangunan perdesaan.
Pertemuan antara inovasi dan tradisi terlihat jelas dalam penerapan konsep “5G + Smart Tea Garden” di perkebunan teh Maojian Duyun. Sensor, jaringan 5G, dan konektivitas IoT dimanfaatkan untuk memodernisasi pengelolaan kebun, sementara identitas teh sebagai bagian dari kebudayaan setempat tetap dipertahankan. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital dapat memperkuat keberlanjutan industri tradisional, bukan sekadar menggantikannya.
Dimensi budaya menjadi bagian penting dalam program ini. Para peserta mempelajari kaligrafi dan bahasa Mandarin dasar, mengenal kerajinan kain dengan teknik pewarnaan lilin khas masyarakat Miao, serta mengeksplorasi aksara tradisional masyarakat Shui.
Rangkaian kegiatan tersebut membantu peserta memahami bahwa teknologi selalu beroperasi dalam konteks sosial dan budaya. Bagi mahasiswa Teknologi Informasi, perspektif ini penting agar solusi digital tidak hanya efisien, tetapi juga peka terhadap identitas, tradisi, dan kebutuhan masyarakat.
Bagi Anya, kunjungan ke Guizhou memperluas pemahamannya tentang penerapan teknologi di luar ruang kelas. Transformasi wilayah pegunungan menjadi salah satu pusat industri big data Tiongkok memberinya gambaran konkret mengenai peran infrastruktur digital, kebijakan, dan sumber daya manusia dalam pembangunan daerah.
Pengalaman lintas budaya tersebut juga memperkuat pandangannya bahwa kompetensi teknologi perlu disertai kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi dalam lingkungan internasional. Teknologi tidak hanya berkaitan dengan perangkat dan sistem, tetapi juga dengan manusia, budaya, serta persoalan nyata yang hendak diselesaikan.
Keikutsertaan Anya menegaskan komitmen UNY untuk mendorong mahasiswa terlibat dalam program pertukaran internasional, kolaborasi akademik, dan kemitraan global. Bagi Program Studi Teknologi Informasi UNY, pengalaman tersebut memperkuat pembelajaran yang memadukan kecakapan teknologi, wawasan global, serta kepekaan lintas budaya antara Indonesia dan Tiongkok.
Alamat : Kompleks Fakultas Teknik Kampus Karangmalang, Yogyakarta, 55281
Telepon : +62 274554686
Email : elektronika@uny.ac.id
Copyright © 2026,