Alamat : Kompleks Fakultas Teknik Kampus Karangmalang, Yogyakarta, 55281
Telepon : +62 274554686
Email : elektronika@uny.ac.id

Sleman, Yogyakarta — Perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi sekolah untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan berpusat pada peserta didik. Namun, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat dan jaringan internet. Teknologi perlu diintegrasikan dengan strategi pedagogis yang tepat agar mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan.
Hal inilah yang menjadi fokus kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Guru Besar dan Tenaga Dosen Struktural Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari Herman Dwi Surjono, Totok Sukardiyono, dan Akhsin Nurlayli dengan judul “Optimalisasi Pembelajaran yang Menyenangkan melalui Digitalisasi Pembelajaran di Sekolah” yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Seyegan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital sekaligus mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan berpusat pada peserta didik.
Mendorong Transformasi Pembelajaran Digital
Digitalisasi pembelajaran dalam program ini tidak diarahkan sekadar pada penggunaan perangkat teknologi, tetapi pada bagaimana teknologi dapat memberikan nilai tambah terhadap proses pembelajaran.
Teknologi dimanfaatkan untuk menyajikan materi secara digital dan interaktif, memfasilitasi pembelajaran kolaboratif maupun mandiri, mengelola tugas dan kuis secara daring, serta memberikan umpan balik pembelajaran secara lebih cepat dan terukur.
Pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan pendidikan saat ini yang menempatkan guru bukan hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai perancang pengalaman belajar. Dalam kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), integrasi teknologi yang efektif membutuhkan keterpaduan antara pengetahuan teknologi, pedagogi, dan materi pembelajaran.
Dengan demikian, keberhasilan digitalisasi pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh aplikasi yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan guru merancang aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan tujuan dan karakteristik peserta didik.
Pelatihan Guru dengan Pendekatan Learning by Doing
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pada 3 Juli 2026. Sosialisasi bertujuan menyamakan persepsi antara tim UNY dan pihak SMP Negeri 1 Seyegan mengenai tujuan, ruang lingkup, mekanisme, jadwal, serta pembagian peran dalam pelaksanaan program. Kegiatan tersebut melibatkan kepala sekolah dan guru.
Selanjutnya, pelatihan guru dilaksanakan pada 10, 17, 24, dan 31 Juli 2026 di SMP Negeri 1 Seyegan.
Pelatihan menggunakan pendekatan learning by doing, diskusi, dan praktik langsung. Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek pembelajaran, mulai dari moda, pendekatan, strategi, model, metode, dan teknik pembelajaran hingga pembelajaran digital, pemanfaatan Learning Management System (LMS), pengembangan media pembelajaran digital, dan asesmen digital.
Pendekatan praktik langsung menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Guru tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mencoba berbagai teknologi dan mengembangkan rancangan pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas.
Pemanfaatan Google Classroom dan geschool
Setelah pelatihan, kegiatan dilanjutkan dengan tahap penerapan teknologi dalam pembelajaran. Guru mulai memanfaatkan perangkat pembelajaran digital serta platform yang telah disepakati bersama sekolah. Google Classroom dan geschool digunakan untuk mendukung distribusi materi dan evaluasi pembelajaran. Selain itu, media pembelajaran interaktif juga dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan partisipasi peserta didik.
Pemanfaatan LMS memberikan peluang bagi guru untuk mengelola pembelajaran secara lebih sistematis. Materi dapat disediakan secara digital, tugas dapat diberikan dan dikumpulkan secara daring, serta proses evaluasi dapat dilakukan dengan dukungan teknologi.
Pembelajaran juga dapat berlangsung secara lebih fleksibel, baik melalui kegiatan sinkron maupun asinkron. Dalam rancangan program, ekosistem teknologi ditujukan untuk mendukung pemanfaatan pada tingkat sekolah dengan kapasitas sekitar 30 guru dan 500 peserta didik serta mencakup sekurang-kurangnya 50 persen mata pelajaran inti.
Mewujudkan Pembelajaran yang Menyenangkan
Salah satu perhatian utama program adalah menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran menyenangkan tidak dimaknai hanya sebagai pembelajaran yang menghibur, tetapi sebagai proses belajar yang mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui aktivitas yang interaktif, kolaboratif, bermakna, dan memberikan ruang bagi peserta didik untuk aktif.
Dalam konteks tersebut, media digital dan gamifikasi dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkaya pengalaman belajar. Salah satu luaran tambahan program adalah penyusunan panduan membuat kuis interaktif yang menyenangkan bagi siswa SMP menggunakan Gimkit. Pada tahap laporan kemajuan, panduan tersebut masih dalam proses penyusunan.
Pemanfaatan kuis interaktif diharapkan dapat memberikan variasi dalam kegiatan evaluasi sehingga asesmen tidak selalu berlangsung dalam bentuk konvensional. Meski demikian, efektivitas penggunaan media tersebut terhadap motivasi dan hasil belajar peserta didik tetap perlu dievaluasi secara empiris.
Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Sekolah
Pelaksanaan program juga menunjukkan pentingnya kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendorong transformasi pendidikan.
SMP Negeri 1 Seyegan memberikan dukungan berupa fasilitas laboratorium komputer, internet, LCD, sound system, dan operator untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. Kerja sama antara kedua pihak juga dituangkan dalam dokumen perjanjian kerja sama dengan nomor 400.3.2.5/067.a.
Kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam membangun inovasi pembelajaran yang berkelanjutan. Perguruan tinggi dapat berperan dalam memberikan penguatan kompetensi, pendampingan, dan pengembangan inovasi, sementara sekolah menyediakan konteks nyata tempat inovasi tersebut diterapkan.
Pendampingan untuk Menjamin Keberlanjutan
Program tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Setelah implementasi teknologi, tim pengabdi melakukan pendampingan secara berkelanjutan untuk membantu guru mengatasi kendala teknis maupun pedagogis yang muncul selama penerapan pembelajaran digital.
Pendampingan dilakukan melalui observasi proses pembelajaran digital, refleksi, serta diskusi bersama guru dan pihak sekolah. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan program.
Strategi keberlanjutan diarahkan pada penguatan kapasitas internal sekolah dan penyusunan panduan pembelajaran digital sekolah. Sekolah juga didorong untuk mengintegrasikan pembelajaran digital ke dalam program sekolah sehingga praktik yang telah dikembangkan dapat terus dilaksanakan secara mandiri setelah program berakhir.
Mendukung Pendidikan Berkualitas
Program optimalisasi pembelajaran melalui digitalisasi ini memiliki relevansi dengan Sustainable Development Goal (SDG) 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan literasi digital.
Selain itu, kerja sama antara UNY dan SMP Negeri 1 Seyegan mencerminkan semangat SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Secara tidak langsung, peningkatan kualitas pendidikan juga berkontribusi terhadap SDG-1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Dalam dokumen program, publikasi kegiatan yang berkaitan dengan SDG 4 dan SDG 17 juga direncanakan sebagai salah satu luaran wajib.
Lebih jauh, kegiatan ini menunjukkan bahwa transformasi digital pendidikan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Infrastruktur teknologi memang penting, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan guru, desain pedagogis, dukungan sekolah, keterlibatan peserta didik, serta keberlanjutan program.
Menuju Ekosistem Pembelajaran Digital yang Berkelanjutan
Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 1 Seyegan memperoleh fondasi untuk mengembangkan ekosistem pembelajaran digital yang lebih sistematis. Guru didorong untuk memanfaatkan teknologi bukan hanya sebagai alat bantu, tetapi sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang mendukung interaksi, kolaborasi, kemandirian, asesmen, dan umpan balik.
Ke depan, penguatan program dapat dilakukan melalui evaluasi yang lebih terukur terhadap kompetensi digital guru, tingkat pemanfaatan LMS, keterlibatan peserta didik, kualitas media pembelajaran, dan dampaknya terhadap proses serta hasil belajar.
Dengan dukungan berkelanjutan dari sekolah dan mitra perguruan tinggi, digitalisasi pembelajaran diharapkan dapat berkembang dari sebuah program inovasi menjadi bagian dari budaya pembelajaran sekolah.
Alamat : Kompleks Fakultas Teknik Kampus Karangmalang, Yogyakarta, 55281
Telepon : +62 274554686
Email : elektronika@uny.ac.id
Copyright © 2026,